Wednesday, December 14, 2011

The Captain & The Sailor

Dari mana gw harus mulai yah.. Well, I kinda lose my spirit recently. Yeap, I lost it. Belakangan ini gw mencoba untuk lebih tenang dan diam during office hours. I prefer not to do something extraordinary like usual. Semata-mata dengan alasan: males nanti dikomentarin sama seseorang. Semua perilaku gw dalam sekejap berubah beberapa hari ini. Gw yang tadinya excited setiap pagi buat kerja bertemu dengan teman-teman kantor dan pengalaman baru, jadi melempem kaya kerupuk alot.

Disappointment alias kekecewaan yang menyebabkan gw begini. Before I go too far, let me make it straight first. I’m not trying to complain for my life, not to be grateful for I have, or even disfigure somebody here. I just wanna vocalize my thought. That’s all.

Here we go..

Kekecewaan ini muncul akibat beberapa sudden decisions di kantor yang berhubungan dengan task gw. Kalo kata orang, “Ya elahh.. masalah di kantor lo tuh klasik. Itu-itu aja..”

In fact. I agree with that statement. Emang kendala, hambatan, masalah yang muncul itu-itu aja. Tapi, yang menjadi poin gw disini adalah kenapa seakan-akan hubungan antara perusahaan dan karyawan itu ga balance. Simplenya: “Berikan sebanyak-banyaknya pada perusahaan dan kami akan berikan sedikit mungkin kepada karyawan.”

Is my point true?

Tentunya kalimat simple itu keluar bukan tanpa alasan dari gw. Seperti yang tadi gw bilang di atas, sudden decisions itu yang membuat gw drop. Mungkin gw bisa buat analogi sederhana disini..

Ketika suatu kapal mau berlayar, ada sang nakhoda dan si awak kapalnya. Sebelum kapal itu berangkat, sang nakhoda ini memberi arahan terlebih dahulu kepada si awak kapal kemana tujuan dan bagaimana caranya mencapai tujuan tersebut. Dengan mantapnya sang nakhoda memberi arahan dan strategi agar selamat sampai tujuan. Tidak lupa kobaran semangat pun diberikan agar si awak kapal semakin termotivasi menuju titik target.

Apa tugas sang nakhoda? Memberi perintah serta semangat.
Apa tugas si awak kapal? Mendengarkan dan melaksanakan perintah tersebut.

Seiring waktu berjalan, si awak kapal dengan giatnya bekerja agar berhasil menuju tujuan. Sang nakhoda pun terus mengingatkan akan target yang harus dicapai. Ketika sekitar 50% proses ini berjalan, si awak kapal memberi laporan kepada sang nakhoda tentang perkembangannya. Dengan wajah berpikir sang nakhoda berkata,” Sepertinya target kita terlalu luas. Mari persempit targetnya agar kita lebih fokus.”

Si awak kapal pun segera mengubah arah tujuan. Ia mendengarkan dan melaksanakan perintah tersebut.

Hari-hari berlalu dan hampir sampailah mereka di tempat tujuan barunya. Ini sudah 90%! Si awak kapal segera memberi kabar seperti biasanya kepada sang nakhoda. Ketika kabar tersebut disampaikan, hanya diam yang menyambut si awak kapal. Lalu dengan cepatnya sang nakhoda menjawab,” Batalkan perjalanan ini, sepertinya kita belum siap. Ayo kita kembali pulang dan susun target baru.”

Apa tugas si awak kapal? Anda tentu tahu jawabannya.


Gw ibarat si awak kapal. Lelah dan bimbang. Itu yang dirasakan si awak kapal. Tujuan dan arah yang diberikan saat awal ga sesuai dengan apa yang dijalankan dan disepakati. Bukan karena ada hal yang darurat atau mendesak. Tapi, karena belum siap.

Segala persiapan dan proses yang telah dilalui menjadi sia-sia. Ditambah lagi tidak adanya komunikasi ataupun semacam komando lebih lanjut. Sang nakhoda memberi komando A dari awal, tentu si awak kapal stick to the plan. Entah mengapa di tengah perjalanan, dengan mudahnya sang nakhoda bisa mempunyai rencana baru yang dijalankan sendiri, tanpa kabar lebih lanjut kepada si awak kapal.

Rencana baru yang tujuannya sama, sehingga sang nakhoda dan si awak kapal jalan sendiri-sendiri mengerjakan hal yang sama. So, what’s the point for giving the order? Is it about impatient or distrust?

And the sailor keep wondering..

We had agreed to the target. We had planned this together. You said we have to move fast. So, here I was.. with my best trying to achieve the target. In an hour, you changed your mind by replacing the target.
Okay, I was still with you, though I was wondering why, but I preferred to ignore it.
Then, in a minute, you switched the new target.
Well, I was trying to keep my eyes wide open here. What were you trying to say actually?
In a second! You cut it all.
Fine.
I don’t know what was happening and what I had to do next, because you were telling me nothing.
How was I supposed to know?
I keep imagining where the respect and appreciation was.
I am  proper to feel disappointed here, aren’t I?

The sailor keeps trying to drive the boat and wondering.. What exactly does the captain have on purpose?



Well… Only the captain knows the answer with millions of reason. The sailor? He keeps questioning themselves.





In confusion,
The Sailor

Tuesday, December 6, 2011

Happy Birthday, Dear!

December 3, 2011..

Ini lah hari yang gw tunggu-tunggu! Wohooo! Why oh why? Cause it's my guy's birthday! Yeayyyy..!! *making a circle by the hips*

Rencana udah siap dan mateng dari pertengahan bulan November. Yes, gw memang tipe yang total kalo buat surprise apalagi buat orang spesial. *pastinyah!*
Udah tau mau kasih kado apa, bikin kartu ucapan *as usual*, dan pesen kue pastinya! Hahaha.. The last item itu tuh yang agak beda untuk bday cowo gw kali ini.. Let's see..

Udah dari 2 minggu yang lalu rencana ini nongol di kepala gw. So, pelaksanaannya pun dimulai dari seminggu yang lalu. Dari mulai ukur, gunting, tempel bikin kartu ucapan. Kartu ucapan kali ini terlihat tidak biasa karena ukurannya yang ga standard. Walaupun konsep udah ketemu, tapi tetep aja pas proses bikinnya ada yang kurang pas. Sempet deg-degan juga sih.. karena kartu ini selesai detik-detik terakhir yaitu tanggal 3 Desember, 01.58 a.m.

The Birthday Board
Sehari sebelumnya, which is tanggal 2 Desember, gw ditemenin sama Maya jalan ke PI buat beli kadonya. *Thank you so much Mayee..*
I bought a meeting folder! Beberapa bulan sebelumnya, cowo gw  sempet cerita mau map yang bisa dibawa pas meeting. So, gw langsung tau apa yang harus gw kasih saat itu juga.. =)

I give what he needs, rather than he wants.. =)


And the last item is cake. Ga mau kalah lucu sama cupcake yang dikasih buat gw pas bday, gw juga pesen kue tart yang dilengkapi dengan cupcake. Setelah request dan kasih deskripsi kue yang gw mau, jadilah...

So him!
 
So cute, isn't it??


December 3, 2011..

Hari Sabtu kemarin itu bener-bener one of my wonderful day in a lifetime. Walaupun cuma tidur sekitar 4 jam, but it was priceless moment to see him happy on his bornday. I love to give him so many surprises! I love surprising him with simple things.. =)

Temenin cowo gw seharian dengan melakukan hal-hal sederhana seperti anterin anjingnya mandi, ngobrolin kerjaan, sharing future planning, ngegosip dan nonton dvd jadi terasa menyenangkan dan spesial di hari itu, karena semuanya dilakukan dengan sepenuh hati. Ga ketinggalan, malamnya pun dilengkapi dengan dinner sama-sama dengan keluarga cowo gw. Semuanya lengkap mulai Om Tata, Tante Caecilia, Vincent, Amanda, Opa Edy, Oma Helena, dan Syerra.

Yeahh.. The more, the merrier! Kurang komplit apa coba? We were all so full of love, happiness, and food definitely.. Thanks a lot, Om Tata dan Tante Caecil! =D

Ga berasa kan tau-tau udah jam 10.30 p.m. aja.. Time flew so fast..
At the end of that day, I was wondering how grateful I am to be with him and stay by his side until now.. How I am so blessed to feel all of magical moments like that night..
Saw him smiling, grinning, and shocked.. It was so priceless! Simple things will become great, if you do it with love..


P.S. I am so into you! All of those presents would be nothing without you.. Wish you the very best, dear! *HUGGG...*

Me is a Katycat!

*Katy Perry - Firework is playing...*

Holla.. Lahoo! Sudah lama belum update-update lagi. It's been around 2 weeks more I think.. Well, banyak cerita ya tiap minggunya yang pasti bakalan gw share disini.

There were some big moments that should be noted. Salah satunya, pengalaman gw beli tiket konser KATY PERRY!!! My God!! That was my very first time ngantriii segitu panjang dan sabarnya buat nonton konser. Let's get it started this one..

Mungkin lo semua tau kalo si semok Katy Perry itu mau konser di Jakarta bulan Januari 2012 nanti. Tiket pun mulai dijual tanggal 27 November 2011 kemarin baik secara offline maupun online. Gw udah mulai rempong tuh udah dari hari Rabu sampe Sabtu (23-26 November) buat nyusun rencana pembeliannya gimana. Mending online apa offline?? Yaa maklumlah.. gw bener-bener ga ada pengalaman sama sekali beli tiket konser beginian. Kalo offline, takut ga kebagian.. Kalo online, takut server error atau busy, lebih nyesel lagi. Namun akhirnya, setelah diskusi sama bestfriend gw, Eli.. Ternyata doi mau banget juga nonton si semok.

Plan 1: “Gw sampe FX jam 6 pagi dan antri deh sampe dapet. Perjuangan adalah segalanya!”

Eli gave me another solution..
Plan 2: “Lo ga usah dateng jam 6. Biar gw utus supir gw sampe sana jam 5 buat antri. Nanti kita nyusul jam 8 buat replace antriannya.”

Gw setuju! Okelah kalo beg beg begitu! Gw juga udah berkali-kali remind Eli supaya supirnya jangan lupa bawa KTP or SIM just in case ditanyain. SIPPP!! Semua beres..

November 27, 2011.. 5.30 a.m.

Gw kebangun tanpa alarm. Kebangun gara-gara mimpi buruk. Mimpi kalo gw ga dapet nomor urut buat beli tiket Katy Perry. Beuh! Mimpinya jelek amat. Buru-buru deh gw bangun, mandi, siap-siap ke FX. Ga ada salahnya gw dateng pagian daripada rencana. Berangkat cuss.. sampe jam 7.15 di FX. Masuk lobby mall dan *SINGGGGG...*

Itu lobby mall sepi ajeee.. Panitia masih pada beresin partisi buat bikin ticket counter-nya. Lah?!! Feeling gw langsung ga enak nih, soalnya gw baca timeline si promotor bilang kalo ada yang ngantri dari tadi subuh, bahkan ada yang dari kemarin malem!! Gw udah ga ngerti deh tuh kerjanya ngapain.. Setelah keluar mall dan ngintip samping mall.. YAKK!! Itu dia tuh antrian ular naga panjangnya bukan kepalang.. Buru-buru lah gw ikut ngantri sambil menanti dibagi nomor urut dan pintu gerbang pembelian tiket dibuka. Then, Eli with her husband dateng nyusul sekitar jam 8an.


Nomor urut yang gw dapet ngantri dari 07.15 a.m.


*Katy Perry - The One That Got Away is playing...*

*TENGG!* Jam 9 antrian udah dibuka, which is lebih pagi dari yang direncanakan, dan antrian gw pun yang tadinya di belakang udah mulai mendekati pintu gerbang penukaran nomor urut. Lagi asik-asiknya antri bareng Eli, tiba-tiba salah satu panitia promotor dengan gagahnya jalan dengan membawa toa dan kertas. He was updating jumlah tiket yang tersisa,” Tiket abu-abu dan orange sudah habis terjual!”

Gw dan Eli pun saling bertatapan tanpa suara dan ekspresi. Langsung deh gw sama Eli diskusi gimana ini selanjutnya, kebetulan gw dan Eli sama-sama ngincer yang orange! Mulai dehh.. otak muter.. We should make plan B!

Tung itung itung..
Pikiran ngawang-ngawang..

*Kalo gw ganti jadi tiket ini..
Tabungan gw bulan depan kira-kira sekian terus dikurangin...
Bayar si ini.. terus beli itu..
Jajan ini butuh segini..
YAK! It's time for decision!*

Final decision: Gw, Eli, dan suaminya pun akhirnya memutuskan untuk beli tiket yellow! Which is out of plan gw dan bener-bener super dilemma apakah bener gw mau keluarin duit segitu buat nonton si semok?

Eli sama suaminya stay di dalem mall deket kasir, karena panitia Cuma mengijinkan 1 orang saja cukup untuk mewakili antrian tiket. Sambil mikir sendiri.. Tanpa disadari udah sampe deh gw di tempat penukaran nomor urut dengan kartu warna kuning sesuai dengan zona yang diinginkan.

“Mas, 3 yellow..”


Nomor urut dituker dengan kartu kuning sesuai zona yang diinginkan..

Yapp.. I said that so quickly and it was confirmed, sekarang tinggal proses bayar. *Fiuhhh...*

Honeslty, cukup lama gw berpikir untuk pindah budget yang lumayan gede itu. Bahkan di saat gw udah pegang kartu kuning pun gw masih mikir.. Gw kepikiran beberapa biaya per bulan yang biasanya gw keluarin. Gw kepikiran gimana yah nanti komentar orangtua gw.. yang pastinya ga bakalan setuju kalo denger angkanya.

*humm...* On the other hand, jauh jauh jauhhh di pikiran dan hati gw.. Gw ga pernah yang namanya nonton konser. Ga tau gimana sih rasanya nonton konser, nyanyi segitu serunya bareng si penyanyi asli, and HEY! It's Katy Perry!!

Hasil perjuangan gw yang memang tidak sia-sia.. Liat aja nasib yang pada beli online tickets :p

*Katy Perry - Last Friday Night (TGIF) is playing...*

You can call me selfish or anything else. But, I think I need to satisfy myself as well, have new experience, and do what I wanna do. Gw juga mau teriak jejingkrakkan bareng si semok. Gw juga mau jadi salah satu saksi mata dan sharing cerita konsernya si semok.. I WANNA FEEL THE RHYTHM!

This is gonna be my brand new experience seeing a live concert. Call me norak or lebay for several times, but this is exactly what I feel. I wanna enjoy what I have earned. That’s all..

So, sampai jumpa Ses Ket tanggal 19 Januari nanti! I’m comingggggg!!! :D

YEAAAAYYYYYY!!!


* ... Kiss me, ki-ki-kiss me
Infect me with your love and
Fill me with your poison

Take me, ta-ta-take me
Wanna be a victim
Ready for abduction

Katy, you're an alien
Your touch so foreign
It's supernatural
Extraterrestrial... *

Saturday, November 19, 2011

Sponsored by Heart and Love..


Setelah berkutat dengan aktivitas selama 5 hari kemarin, sekarang saatnya leha lehoo... Yeahhh.. Lekaslah kalian semua ambil posisi relax, lemaskan punggung, selonjorkan kaki, rentangkan tangan, tutup mata, dan monyongkan bibir, keluarkan lidah.. *mungkin ga usah dipraktekkan sepenuhnya..*

Hmm.. begitu juga dengan gw. Segera melepas sesaat pikiran tentang pekerjaan yang hari ini cukup bikin keki dan emosiong, sehingga menyebabkan saya segera membeli cemilan *alibi*. Tetapi, entah mengapa justru temen-temen kantor malah tambah seneng liat gw marah-marah *emang udah pada agak soak..*. Yaa.. positive thinking aja, mungkin gw terlihat lebih mempesona nan eksotik ketika marah-marah *pasang bulu mata palsu*.
Ga cuma mengusir pikiran tentang pekerjaan, tapi juga segala pikiran yang bisa numpuk dalam waktu semalam kemarin. Segala kekhawatiran, ketakutan, dan kebimbangan. Pelan-pelan pikiran gw udah mulai relax dan memilih untuk istirahat di tempat.

Bermain dengan Duffy (anjing peliharaan gw) udah jadi hiburan tersendiri buat gw sehari-hari. Ga bosen-bosennya main sama gumpalan bulu satu ini. Liat aja tampangnya.. Gimana ga bikin orang pengen unyeng-unyeng! Hahaha.. Take a look!


Pelipur lara, teman lari-lari, anak bawel

Setelah Duffy udah mulai menunjukkan tanda-tanda ngantuk dan masuk kandang buat tidur, gw mulai bingung.. Mau ngapain ya? Nonton bosen, ga ada acara yang bagus. Tiba-tiba mata tertuju pada tas yang berisi perkakas perang prakarya gw. Oh iya!! Gw keinget mau share segala karya gw di blog, original and handmade!

Memang udah jadi salah satu hobi gw untuk buat segala sesuatu yang berhubungan dengan gunting tempel. Latar belakang ga bisa diem ternyata juga mempengaruhi. Ga bisa liat bahan kertas ataupun segala hiasan yang bisa dipakai itu nganggur. Makanya gw tertarik banget segala hal yang berbau handmade. Kalo gw ke toko buku, gw bakalan betah lama-lama untuk lihat dan perhatiin segala bentuk, bahan, warna, fungsi, ukuran, dan motif.. sambil gw juga berimajinasi, apa yang bisa gw buat dengan benda-benda tersebut. Semua hal itu menjadi suatu ketertarikan tersendiri buat gw. Seru aja gitu bisa buat sesuatu yang KEWL dari bahan yang sangat sederhana.

Semuanya berawal dari bikin kartu ucapan ulang tahun buat cowo gw. Gw mau buat sesuatu yang beda, lain dari yang lain, original, yang orang lain ga punya, ga pasaran, dan terakhir.. karya sendiri. Walaupun cuma kartu ucapan, tapi kalo bikin sendiri pasti rasanya bakalan beda deh. Percaya gw.. Apalagi kalo bikinnya pake hati dicampur cinta, plus bumbu asmara.. *AHEYYY!*

Yapss.. Inilah titik awal sampe semuanya berlanjut sampe sekarang yang menurut gw udah menjadi suatu ritual yang menyenangkan. Kenapa gw bilang ritual? *terdengar mistis*, karena gw pasti akan buat some things buat cowo gw di beberapa momen spesial seperti ulang tahun, valentine, dan hari jadian. Tiap 3 momen ini udah mau dateng, gw pasti udah mulai mikir kali ini buat apaan ya. Mulai mikir cari ide, bahan baku, dan perhitungan durasi pembuatan sampe hasilnya sempurna.

Ini karya pertama gw waktu cowo gw ulang tahun ke-21. Gw buatin dia kartu ucapan dan packaging yang menarik buat bungkus kadonya.


The Gift
Musical Card (December 3, 2009)

Kotak kadonya gw buat dari kotak kue bolu gulung breadtalk yang dibungkus simple aja pake kertas kado.
For the bday card, gw pilih motif musik karena cowo gw saat itu lagi sibuk-sibuknya dengan orkestra. The word “tepit” is his nickname. Yaa.. gampangnya panggilan orang terdekat lahh.. Hihihi. Sejak karya ini lah, gw mulai berpikir kalo gw harus punya trademark. So, gw pikir setiap karya gw buat cowo gw, pasti akan gw selipkan namanya, which is “tepit”.

Messages in The Pouches (February 14, 2010)
This is one of my MASTERPIECE!! (in my opinion). Suerrr! Bikin ini tuh ribetnya bukan maen. Gw masih inget banget tuh. Prosesnya makan waktu cukup lama dan makan bahan juga.
Actually, awalnya gw mau buat konsep seperti buku. Jadi, ketika dibuka cowo gw akan menemukan 7 kantong kecil, yang udah gw isi dengan message berbeda di tiap kantongnya. Untuk membacanya pun ada rule-nya, yaitu harus dibaca berurutan dari kantong paling atas, tengah, dan bawah karena semua pesan tersebut akan tersambung menjadi satu cerita.

Front Side

About to open....
Huge Satisfaction for This One!
























Love in Frame (September 25, 2011)
Simple yet Full of Love
Jadinya sih simple yah, tapi pas proses produksinya.. *errrrr..*. Bingung mau pake baju apa, pikirin rambut, muka, gayanya gimana, lighting, posisi foto, ekspresi, background, dan lain-lainnya. Semua terdapat dalam satu kata: RIBET! Foto session sama cici gw udah selesai, lanjut gw kirim ke best friend gw, Eli untuk di-edit. Then, gw cetak fotonya and put it in the frame. Tapi, semuanya terbayarkan dongg.. Gw puas dengan hasilnya dan reaksi cowo gw! *IHIYYY..*



Simple Square (December 3, 2011)
Yang satu ini paling simple dari antara yang simple. Cuma kartu ucapan aja untuk melengkapi kado yang kasih. Saat itu terkendala dengan waktu gw yang mau sidang skripsi, jadilah gw bikin yang simple. Walaupun begitu, tetep aja cowo gw suka kalo dibuatkan sesuatu yang handmade.

Front Side
Blue Heart (February 14, 2011)
Sebenernya cowo gw bukan tipe yang sibuk merayakan Valentine’s Day. Tapi, yang namanya perempuan tetep ya merasa pengen spesial aja. So, gw buatin aja Valentine’s card, yang didalamnya ada kumpulan bunga yang gw buat dari kertas krep membentuk huruf-huruf.

Standing Notes (September 25, 2011)
Well.. This another one of my masterpiece! Awalnya cari standing notes yang bercabang 3 buat gw taroin foto, supaya bisa cowo gw pajang di kantornya. Ehh.. tapi ga ada yang jual =(. So, segala ide pun dalam sekejap berubah menjadi satu ini... VOILA!!

Just The Two of Us
Selain cowo gw, temen baik gw, Elizabeth pun kebagian.. Gw mau buat sesuatu yang spesial buat dia, as her wedding gift personally. This is my recent creation and it goes like this...

Front Side
Front Pages....












Middle Pages....
Romantic Part

Sweet of Her....
Finishing Notes....





























Ga nyadar ternyata udah cukup banyak juga yang gw buat untuk orang-orang spesial di momen yang spesial pula. Hambatan dan kesalahan pun udah jadi bagian dalam proses pembuatannya, tapi semua itu jadi pelajaran yang sangat berguna buat gw ke depannya. Banyak hal positif yang bisa gw dapet dari aktivitas gunting tempel ini. Gw bisa belajar untuk lebih sabar, teliti, penuh perhitungan, dan pastinya KREATIF! Poin kreatif lah yang melahirkan nilai originalitas. Kepuasan dan tambah disayang pun menjadi poin plus-plus yang didapat dari karya-karya ini. At the end, all seems so perfect by the blend of heart and love through the creations.



*Next project:  Richele Stephen’s birthday. Let’s see what I’ve got for this one.. Will post it soon!

Thursday, November 17, 2011

This is it..


Another what-a-day expression that I have today! Hari ini so many stories that I can share to you guys..
Mulai dari pagi-pagi ceria! Dimana korban siksaanku tercinta, Anitongg akhirnya masuk kantor! *HUG* Kangenn.. Langsung deh hari itu Anita abis sama gw *fufufu..*. Ditambah lagi dengan kehadiran banyak cemilan dan segala yang manis-manis dari Lina dan Novita, yang ternyata ehh ternyata berulang tahun!!

OMG!!! Sumpah gw dan teman-teman yang lain ga bisa mendeskripsikan dengan kata-kata ekspresi kita semua saat itu. Antara takjub, excited, terkejut, ternganga, terharu, termangu, terperanjat, sampe terbujur kaku.. Gw, Lina, Maya, Novita BUYAARRRR semuaaa.. ngakak kenceng banget ga berenti, apalagi Lina tuh.. Udah ga tau lagi deh berapa kali ketawa sambil lompat, nengok belakang, kanan, kiri, sampe nunduk-nunduk. Sedangkan Novita, the bday girl? Hanya tersenyum manis saja, sambil sesekali tertawa kecil *SINGGGG.. beda banget ya attitude-nya.. Kliatan mana yang blingsatan nan pecicilan sama engga..*

Selusin donat yang extraordinary *karena jenisnya beda sama donat biasa*, kue tart kecil, dan cake puding 2 kotak lengkap dengan vla sudah dibawain sama Novita. Ckckck.. anak yang satu ini diam-diam merayap, baik bangett. Udah mau sampe segitunya bawain makanan banyak bener. Dia sudah sangat mengerti akan napsu makan kita yang sudah tak terdefinisi *nyengir*.

Tradisi di kantor OR *mungkin beberapa ex personil OR tau* kalo yang berulang tahun hari itu pasti dapet special cake, yang dipersembahkan atas nama seluruh personil OpenRice.com. Tapi tetep, subtitle yang jalan dibawah cake mah tulisannya: “FULLY SPONSORED BY SHERLY BAHARI”, alias sang Mamih. Kita sih personil tugasnya cuma ngeramein, jadi pesorak gembira, cheer leader, nyalain lilin, nyanyi, teriak-teriak, haha-hihi, foto-foto. Pas potong kue? Balik lagi itu kita serahkan ke si Mamih. Gw sih ngomongnya,” Ibu kan paling jago kalo urusan potong kue.. paling rapi, paling ahli. Jadi, pisau ini memang diciptakan untuk Ibu. Silahkan Bu, bisa dimulai..” Dihiasi dengan tampang-tampang anak OR yang nungguin itu kue dibagi dan tinggal LEPP!!

Wuiiii.. Setelah ritual ulang tahun selesai dijaankan, satu per satu personil udah mulai bubar karena waktunya bubar kantor, termasuk Novita yang udah dijemput. Tersisa gw, Maya, dan Lina. Maya sama Lina lagi pada asik ketawa ketiwi, sedangkan gw mojok di meja Diska (mantan HRD).

Telepon bunyi.. Maya angkat.
“Buat lo nih, Ngel.. Katanya dari Calista.”
“Oh iya, May. Itu cici gw. Halo? Ya, kenapa?”

Pembicaraan pun dimulai. Cici gw mulai nanyain tentang kabar yang gw berikan tadi sore. Yap.. Panggilan untuk mengikuti psikotest di salah satu perusahaan besar yang pernah gw dambakan.

Gw memang pernah apply di kantor itu, tapi udah entah berapa abad yang lalu. Bahkan sebelum gw apply di OR. Sekarang baru gw dapet panggilan untuk psikotest. Langsung lah kabar ini gw share ke beberapa temen gw yang tau soal perusahaan ini by bbm, phone, sampe ngomong langsung. Memang udah banyak cerita yang gw denger soal perusahaan ini. Katanya begini, ni, ni, ni.. begitu, tu, tu, tu.. Tapi, terlepas dari semua asumsi, gunjingan, gosip, serta fakta tentang perusahaan ini, semua pendapat isinya sama,” Coba aja ngel dateng. Kesempatan ga datang dua kali. Kapan lagi dipanggil perusahaan itu..”

Mulai pelan-pelan mata gw sayu, senyum gw datar, muka kusam, kaki lunglai, napas tersengal-sengal. Pikiran mulai deh jalan, lari, muter-muter, melayang mikirin,” Gimana ini?? Apa yang harus gw lakukan? Jumat dateng apa engga?”

Sepanjang perjalanan pulang, olahraga, kasih makan Duffy, boker, mandi kepikiran terus apa yang harus gw lakukan. Apa iya gw harus coba? Apa iya ini kesempatan yang dulu tertunda? Apa iya sekarang saatnya gw meninggalkan OR? Tapi, apa bener ini panggilan yang menjanjikan? Apa bener sekarang waktunya gw untuk melompat pindah ke lingkaran yang baru? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang masih betah nongkrong minum kopi sambil makan pisang goreng di pikiran gw..

Mulai deh sisi galau gw keluar.. dan kalo udah mulai kepikiran nan galau, muncul juga si stress *JENGG.. JENGG..*
You can call me melankolis, dramatis, sensitis *mulai ngarang, maksudnya sensitif*... apatis, praktis, cuplis, kue pukis, or whatever.. Gw paling puyeng deh kalo soal taking decision. Serius.. Gw bisa bimbang guling-guling buat mikirin langkah ini udah yang paling bener atau belum.

Apalagi soal ini.. It’s about.. Leaving OpenRice.com..

Gw yakin pasti beberapa dari lo mungkin mikir,” Ya elahh.. Baru juga dipanggil psikotest doang kali ngel. Belom tentu juga lo diterima. Belom tahap interview sampe nego gaji. Pede amat sih lo..”
Entah gw yang mikirnya keribetan, kejauhan, kepanjangan, kelebaran, ataupun kepinggiran. Tapi memang gw mikir banyak kemungkinan..

  1. Udah bolos hari Jumat, ga diterima juga sama si perusahaan
  2. Psikotest blablabla.. Let say gw diterima sampe nego gaji, dan gw deal. Is it the right way and time to leave my beloved OR?
  3. Nego gaji dan gw tolak. Is it the best decision that I take? Bakalan ada berapa kepala tuh yang bilang gw bodoh untuk nolak kerja disana.

Dari 3 kemungkinan diatas itulah yang mendorong kuat gw untuk menulis blog ini. Lagi asik-asik nulis blog, cici gw panggil,” Ngel.. Ada telpon dari Tepen..”

Ga mood ngobrol, itulah kata-kata yang gw sampein ke cowo gw. Jelas cowo gw heran, salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang paling doyan nyerocos ini bisa ga mood ngobrol. Diskusi pun kembali dimulai dan kali ini terasa berbeda karena tanpa sadar air mata mulai perlahan-lahan turun.. Cowo gw pun dengan sabar mulai mengadakan sesi tanya jawab setelah gw ceritain semua kebimbangan gw. Sedikit demi sedikit, cowo gw kumpulin plus minus alasan gw pindah perusahaan dan alasan gw stay di OR.

Singkat cerita, cowo gw udah nangkep inti kebimbangan gw. Dia mulai menanamkan logika disini. Dia bilang untuk hal-hal seperti ini ga bisa tuh lebih mengandalkan feeling ataupun intuisi, karena semuanya itu sifatnya abstrak dan ga pasti. Sedangkan kita sekarang lagi bahas karir, which is one of important thing in your life yang sifatnya realistis. Cowo gw minta gw untuk berpikir beberapa tahun ke depan apa yang akan terjadi apabila gw pindah atau gw tetep stay. Kembali dia mengajukan pertanyaan, dimana semuanya itu cowo gw gunain untuk menolong gw ambil keputusan.

Menuju akhir diskusi, gw serasa diinjek.. *kalo ditampar udah biasa*. Intinya cowo gw menyampaikan what exactly how I feel about this..

“Hati lo masih di OR, ngel. Untuk sekarang ya. Lo merasa masih ingin belajar, melakukan, dan mencapai sesuatu disana. Lo masih merasa bisa melakukan sesuatu disana, terlepas dari suasana dan orang-orangnya ya karena balik lagi itu soal feeling. Semua orang bilang lo untuk coba test. Yaa.. kalo coba-coba sih memang gampang tapi pikirin untuk 2-3 tahun ke depannya. Lo pindah dapet jabatan ‘ina’ dengan pengalaman 6 bulan. Itu mah ga ada apa-apanya. Sekarang pengalaman itu yang dihitung minimal 2-3 tahun. Kalo lo pindah sekarang, ya sama aja lo seakan-akan mulai dari 0 lagi. Beda kan ceritanya kalo lo ada pengalaman lebih lama dengan background lo sudah memberikan kontribusi, mencapai sesuatu di perusahaan tersebut, dan memang muncul keinginan yang menyebutkan bahwa sudah waktunya untuk gw move mencari yang lebih baik. Tentunya jabatan yang bisa diraih lebih tinggi dari yang ditawarin sekarang. Jangan heran kalo banyak orang kasih advice ke lo untuk coba, karena memang latar belakang dari nama perusahaan dan jenjang karir ke depannya. Tapii.. mereka ga nanya kan gimana lo di OR?” *PLAKKK..!! ehh.. JEKKK..!!*

Kalimat terakhir lah (minus plakk jekk.. ) yang buat gw sadar dan pelan-pelan mulai merasa tenang. Cowo gw minta gw untuk pikir baik-baik.
Mempertimbangkan segala aktivitas, strategi marketing, next campaign, promotion and branding, traffic, dan segala future planning yang Mamih pernah bahas sama-sama dalam satu tim. Perkembangan yang perlahan-lahan, tapi tetep segala pikiran, usaha, dan doa terus dijalankan.

Terlepas dari itu semua, I have to believe what I take. Like what my mate told me, “Yakinlah sama keputusan yang lo ambil. Kalo orang-orang pada nanyain, bilang apa yang lo sampein ke gw...”

Gw masih melihat sesuatu disini..
Gw yakin ada perkembangan dan kesuksesan disini..
Dan gw mau ikut andil di dalamnya..
I will leave when there is time to leave..
But, if I feel this is not, then..

It’s time for me to stay..
For good.. For the best...



*Notes: Thank you so much, Richele Stephen.. Yunomisowellllll
 

Sketch of Mine, Just Simple Notes of Quirky Life.. Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template and web hosting